Sabtu, 06 Mei 2017

Contoh pendahuluan.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Menurut Pasal 1 UU RI No. 5/1990, dinyatakan satwa adalah semua jenis sumber daya alam hewani yang hidup di darat, air, dan di udara. Satwa liar adalah semua binatang yang hidup di darat, dan di air, dan di udara yang masih mempunyai sifat-sifat liar, baik yang hidup bebas maupun yang dipelihara oleh manusia. Berdasarkan penjelasan UU RI No. 5/1990, ikan dan ternak tidak termasuk didalam pengertian satwa liar, tetapi termasuk didalam pengertian satwa (UU, 1990). Namun sebaliknya Satwa liar yang menjadi sasaran perdagangan ilegal mengancam lebih parah kelestarian suatu jenis satwa liar, karena pada umumnya dari jenis-jenis yang berdasarkan hukum nasional termasuk dalam kategori dilindungi, atau masuk dalam kategori Apendiks I CITES.
Beberapa jenis satwa liar yang diperdagangkan secara ilegal yang masuk dalam dua kategori itu, yaitu dilindungi dan masuk Apendiks I CITES, diantaranya adalah orangutan, harimau Sumatera, gajah, dan badak. Perburuan liar terhadap jenis-jenis tersebut dilakukanuntuk tujuan peliharaan, kulit, taring, dan gading atau cula (BKSDA, 2007).
Perdagangan satwa liar ilegal telah berkembang dan memberi kontribusi yang signifikan pada punahnya satwa liar kita yang paling berharga. Sebagai contoh, 95% penyusutan populasi harimau sejak awal abad ke-20 terjadi dalam 25 tahun terakhir, perburuan dan perdagangan ilegal memberi andil pada penyusutan ini. Nilai dari perdagangan ilegal ini diperkirakan berkisar antara US $10 sampai 20 miliar per tahun (Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia,2008) Wildlife Conservation Society (WCS) menilai perdagangan satwa liar makin marak karena lemahnya hukum yang ada di Indonesia (Amarullah, 2008). Satwa liar merupakan salah satu sumber daya alam yang diminati sebagian masyarakat, sehingga penangkapannya di alam selalu berlanjut tanpa henti.
Seksi Konservasi Wilayah III Lampung adalah bagian dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu. Memangku 3 Kawasan diantaranya. CA dan CAL Krakatau, CAL Bukit Barisan, dan KPA Rawa Kandis. Selain memangku 3 Kawasan Konservasi. Seksi Konservasi Wilayah III Lampung memiliki tugas Pengawasan dan Perlindungan Tumbuhan dan Satwa Liar. Seksi Konservasi Wilayah III Lampung Memiliki Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) sebagai tempat rehabilitasi dan perawatan Satwa Liar hasil sitaan maupun penyerahan sukarela dari Masyarakat.
Pusat Penyelamatan Satwa adalah tempat untuk menyelamatkan satwa termasuk kegiatan pengawetan satwa agar tidak punah dan terus ada. Menurut Peraturan Pemerintah No 7 tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa Liar termasuk ke dalam spesies – spesies yang dilindungi maka dari itu pengelolaan dan penyelamatan satwa liar harus dilakukan agar satwa liar tidak punah. Dari hal itu lah perlu diadakannya pembelajaran bagaimana cara pengelolaan serta penyelamatan satwa liar. Dari kegiatan praktek kerja lapang ini akan tersebarnya informasi lebih detail bagaimana pentingya pengelolaan dan penyelamatan satwa liar.
1.2 Maksud dan Tujuan
Mengenali, mengetahui, dan memahami kegiatan pengelolaan dan penyelamatan satwa liar di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Seksi Konservasi Wilayah III Lampung Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bengkulu
Mempelajari kegiatan pengelolaan, penyelamatan serta perilaku satwa liar terutama Kakatua Jambul Kuning (Cacatua Sulphurea) yang dimaksudkan untuk mendapat gambaran atau informasi mengenai cara yang baik untuk pengelolaan dan penyelamatan satwa Kakatua Jambul Kuning (Cacatua Sulphurea). serta informasi lainnya yang bermanfaat bagi penyusunan rencana lebih lanjut.
Mempelajari Permasalahan yang dihadapi dalam kegiatan pengelolaan dan penyelamatan satwa Kakatua Jambul Kuning (Cacatua Sulphurea) serta usaha yang telah dilakukan dalam penyelesaian masalah tersebut.
1.3 Ruang Lingkup Kegiatan
Ruang lingkup kegiatan di lakukan di Pusat Penyelamatan Satwa Seksi Konsevasi Wilayah III Lampung BKSDA Bengkulu yang berlokasi tidak jauh dari kantor Seksi Konservasi Wilayah III Lampung.
Kegiatan yang dilakukan selama melakukan Praktek Kerja Lapang (PKL) di PPS Lampung mencakup pengelolaan dan perawatan satwa hasil sitaan atau penyerahan sukarela dari masyarakat. Menjalankan kegiatan PKL di PPS Lampung sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku serta tugas yang ada di PPS Lampung.
Kegiatan teknis yang dilakukan di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Lampung Balai KSDA Bengkulu sehari-harinya antara lain adalah sebagai berikut:




Tabel 1. Kegiatan teknis yang dilakukan di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS)
No
Jenis Kegiatan

Keterangan
1.
Menyiapkan Pakan Satwa
Setiap hari, 2 kali sehari (pagi jam 07.00-08.00 WIB dan sore jam 14.30-15.00 WIB)
2.
Membersihkan sisa  pakan dan kotoran satwa di kandang
Setiap hari, 2 kali sehari (pagi jam 07.00-08.00 WIB dan sore jam 14.30-15.00 WIB)
3.
Memberi  pakan dan minum satwa
Setiap hari, 2 kali sehari (pagi jam 08.00-09.00 WIB dan sore jam 15.00-16.00 WIB) untuk satwa diurnal, 2 kali semalam (jam 18.30.19.00 WIB dan jam 22.00-23.00 WIB) untuk satwa nokturnal
4.
Melakukan pengayaan dan perbaikan kandang
Secara berkala, disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada
5.
Pemeriksaan Kesehatan Satwa
Sekali dalam seminggu, disesuaikan dengan situasi kondisi yang ada
6.
Penyemprotan, pembersihan, dan perawatan lokasi PPS dan sekitarnya
Setiap hari
7.
Pengamanan lokasi PPS dan sekitarnya
Setiap hari

Adapun kegiatan yang dilakukan selama PKL di PPS Lampung, pada hari senin tanggal 14 maret 2017 melaukan serah terima barang bukti kulit ular sanca dari pelabuhan bakauheni, pada hari rabu tanggal 15 maret 2017 membuat tabel pengamatan satwa dan menolong orang utan yang sakit sebelum dokter hewan datang dan memeriksa serta mengotopsi mayat orang utan yang sudah mati untuk mengetahui penyakit penyebab kematian, pada hari kamis tanggal 23 maret 2017 mengikuti kegiatan seminar dan pelatihan Bimtek Tagging Penangkaran Tumbuhan dan Satwa Liar yang di selenggarakan oleh Seksi Konservasi Wilayah III Lampung BKSDA Bengkulu di Lembaga Konservasi Lembah Hijau. Serta melaukan wawancara mengenai materi PKL kepada pihak Seksi Konservasi Wilayah III lampung, dan melakukan bimbingan lapangan dan laporan.

Contoh kata pengantar.

KATA PENGANTAR
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Segala puji dan syukur bagi Allah SWT atas ridha-Nya saya dapat menyelesaikan laporan praktek umum kehutanan ini dengan baik dan lancar.
Praktek umum ini bersifat wajib dan diikuti oleh seluruh mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Nusa Bangsa, yaitu mahasiswa yang telah menyelesaikan semester VI.
Laporan praktek umum ini disusun berdasarkan kegiatan praktek umum yang dilaksanakan di Perum Perhutani KPH Ngawi pada tanggal 18 Juli – 6 Agustus 2016. Selain itu, laporan ini juga disusun berdasarkan tinjauan pustaka melalui buku, jurnal, media online, hasil penelitian dan makalah, serta sumber-sumber pustaka lainnya.
Berkat bantuan, bimbingan serta dorongan berbagai pihak, segala hambatan dan kesulitan yang ada dalam penulisan laporan ini akhirnya dapat teratasi, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada :
Bapak Dr. Yunus Arifien, Ir., M.Si selaku Rektor Universitas Nusa Bangsa
Bapak Tb Unu Nitibaskara, Ir, MM selaku Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Nusa Bangsa.
Ibu Kustin Bintani Meiganati, M.Si selaku Ketua Panitia Pelaksana Praktek Umum Kehutanan XXV.
Bapak Prof.Ombo Satjapradja M.Sc Selaku Dosen Pembimbing.
Bapak Ir. Joko Siswantoro.,MM selaku Administratur/Kepala Kesatuan Pemangkuaan Hutan (KPH) Ngawi beserta semua jajarannya yang telah membantu selama Praktek di KPH Ngawi.
Bapak Gathot selaku Asper BKPH Walikukun beserta keluarga dan jajarannya.
Kedua orang tua yang selalu mendukung dalam doa dan memberikan motivasi kepada penulis.
Semua teman-teman Tim Praktek Umum Kehutanan XXV.




Semua pihak yang telah membantu penulis baik selama melaksanakan Praktek maupun di dalam penyusunan laporan ini.
Penulis menyadari bahwa penyusunan laporan ini masih banyak sekali kekurangan dan jauh dari kesempurnaan, maka dari itu saran dan kritik yang bersifat membangun sangatlah penulis harapkan. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca umumnya.








Bogor,        September 2016

Penulis


Minggu, 12 Oktober 2014

pengalamann saya dalam organisasi


Nama nya Gugun gandrung priatna asal sukabumi dia datang ke kota bogor untuk kuliah di Universitas nusa bangsa
pria yang satu ini sifat nya polos atau bisa di bilang berbeda dengan mahasiswa-mahasiswa yang lain ,sopan santun,keramahan dan tutur kata nya masih sangat baik,mungkin karena lingkungan rumah nya yang masih sangat alami atau adat istiadat nya yang masih ia pegang teguh.
kali ini saya akan menceritakan kisah-kisah dia selama di bogor dan apa maksud foto di atas
yuk disimaaak ...

"pada awal-awal masuk kuliah semua berjalan monoton atau biasa-biasa saja apa lagi mahasiswa sama mahasiswi nya sedikit jadi bosen " kata nya kepadaku.
sampai pada suatu hari pria yang menyukai petualangan ini di ajak teman-teman nya untuk nmendaki gunung ke gunung gede pangrango,dengan senang hati ia menerima ajakan tersebut.gugun yang sebelum nya belum pernah nmendaki gunung atau hiking ia dengan semangat mencari artikel-artikel tentang pendakian dan apa saja yang harus di persiapkan untuk mendaki.
sampai pada hari keberangkat ke Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ia masih tak percaya bahwa ia akan mendaki,perjalanan mendaki pun dimulai,udara dingin sudah sangat terasa,dan kabut perlahan turun,dengan semangat langkah demi langkah ia susuri hutan yang sangat rindang ,sampai saat tiba nya ia di puncak gunung gede,rasa tak percaya,rasa syukur,rasa kekaguman semua menjadi satu di hatinya.mata nya berlinang,tubuh nya lemas,melihat indah nya lukisan tuhan ini,hal pertama yang ia lakukan adalah sujud syukur atas anugrah yang telah di berikan tuhan kepada nya.
"pas di puncak teh gugun teriak,'alam dan negri ini akan gugun jaga selama gugun masih hidup' " ucapnya kepadaku.
itulah pengalaman pertama nya mendaki gunung,kini ia kembali menjalani rutinitas ia sebagai mahasiswa,ia pun mulai bisa berbaur dengan mahasiswa-mahasiswa yang lain nya. hari ke hari ia jalani dengan biasa,kuliah lalu pulang kekosant begitu seterusnya sampai saat ia melihat spanduk besar di dalam kampus yang bertuliskan "perekrutan calon anggota MAPAR angkatan XXI" ia penasaran apa maksud isi spanduk tersebut dan ia bertanya tanya kepada mahasiswa senior tetapi jawaban nya tidak seperti yang ia inginkan,pada akhir nya dia bertemu juga dengan  anggota MAPAR.ia mulai melontarkan pertanyaan-pertanyaan  untuk menghilangkan rasa penasaran nya.
akhirnya dia menemukan jawaban atas apa yang bikin dia penasaran lewat MAPAR dari awal pra diksar terus diksar.
di dalam diksar itu dia menemukan akan arti persahabatan terutama kebersamaan yang terjalin d antara teman-teman  
di dalam diksar juga dia dilatih mental dan fisiknya disitu juga dia menemukan banyak pelajaran-pelajaran penting yang tidak terdapat di sekolah atau kampus, hari-hari dia lewati suka dan duka didalam diklatsar itu sendiri.
dan pada akhirnya dia lulus dari diksar dia telah menjadi anggota penuh mapar, disana terlihat dia sangat bahagia bisa lulus dan menjadi anggota MAPAR patut di banggakan juga 
the best experience with your friends in attendance for forever thanks to you guys that fill in the gaps today and tomorrow so thanks friend